Apa itu Ripple?
Pengembangan Ripple dimulai dari tahun 2004, dimana pada akhirnya di tahun 2012 Ripple muncul sebagai sistem pembayaran real-time yang decentralized dan terdistribusi. Ripple didirikan diatas ledger yang open source dan bersifat konsensus dengan sebuah token yang dinamakan XRP (Ripple).
Jumlah token yang diterbitkan Ripple adalah 100 miliar
token XRP. Tidak seperti bitcoin, token Ripple tersebut tidak ditambang
(mining), melainkan lansung muncul didepan (premined). Ripple lebih dikenal
sebagai protokol pembayaran digital dibanding sebagai cryptocurrency. Pada ripple,
transaksi diproses dan diselesaikan dalam hitungan 3 sampai 4 detik, dan itupun
dengan fee yang sangat rendah, yaitu sekitar 0.001% dari nilai XRP. Coba
dibandingkan dengan sistem SWIFT saat ini dimana waktu yang dibutuhkan untuk
proses transaksi adalah seminggu dan feenya sekitar 1-5%. Bukan hanya kecepatan
transaksi dan fee yang rendah yang ditonjolkan Ripple, tapi juga transaksi pada
Ripple sangat aman dan tidak memungkinkan bisa terjadi chargeback. Selain itu
protokol Ripple juga memperbolehkan transfer dana dalam bentuk apapun, apakah
itu USD, Yen, Litecoin, Bitcoin, dan lainnya.
Tidak seperti Bitcoin, Ripple dapat memproses jumlah transaksi yang sangat banyak, yaitu sebanyak 1000 transaksi per detik, sementara saat ini Bitcoin hanya bisa memproses 3-4 transaksi per detik. Bila Bitcoin umumnya digunakan sebagai medium penyimpanan nilai (store of value), Ripple lebih difokuskan pada satu manfaat penggunaan: yaitu mengirimkan uang secepat informasi.
Aspek paling utama yang membedakan Ripple dari Bitcoin dan cryptocurrency lainnya adalah bahwa Ripple bukan ditujukan utamanya kepada pasar konsumen, melainkan lebih ke institusi-institusi keuangan. Itulah sebabnya sektor perbankan sejauh ini semakin banyak yang tertarik dengan Ripple. Pada tahun 2016 bulan Mei, Santander menjadi bank pertama yang memperbolehkan pembayaran antar benua menggunakan Ripple.
Pada tahun 2017, Ripple mengumumkan bahwa konsorsium dari 47 Bank Jepang telah menyelesaikan pilot proyek dengan menggunakan software Ripple. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 75 institusi keuangan yang aktif didalam network Ripple, contohnya Standard Chartered Bank, Westpac, Banco Santander, National Australia Bank, Akbank, SEB dan BBVA. Sampai saat ini pun Ripple sangat gencar dan aktif melakukan penetrasi ke berbagai institusi perbankan yang ada dalam mengadopsi sistem Ripple dalam menunjang berbagai aktivitas perbankan.
Pada akhir november 2017, Ripple mengumumkan kerjasama dengan American Express, dimana American Express akan menggunakan Ripple untuk mempercepat transaksi pembayaran yang mereka proses. Begitu juga kerjasama Ripple dengan Bank Santander dari UK yang bisa membuat pembayaran instant dari USA ke UK.
Sangat tidak tertutup kemungkinan perkembangan dunia perbankan dimasa depan tidak akan lagi menggunakan SWIFT ataupun RTGS, melainkan menggunakan RTXP (Ripple Transaction Protocol) yang menggantikan teknologi lama tersebut.
Anda ingin investasi / beli jual ripple (kode: XRP)?
Caranya cukup mudah, anda cukup menemukan cryptocurrency exchange yang mendukung pertukaran jual beli dengan cryptocurrency Ripple (XRP).
Bila exchangenya berada di Indonesia dan mendukung setoran / tarikan dalam bentuk rupiah, maka anda tinggal menukarkan rupiah ke mata uang crypto yang anda inginkan, menggunakan nilai tukar XRP/IDR.
Namun bila exchangenya berada diluar negeri, maka anda perlu menukarkan dahulu rupiah anda menjadi Bitcoin (BTC), setelah itu barulah BTC ditukarkan dengan XRP, menggunakan nilai tukar XRP/BTC.
Dibawah ini daftar cryptocurrency exchange platform yang bisa anda gunakan untuk jual beli asset digital. Anda sangat disarankan membuka dulu akun-akun di semua exchange inzi, setelah itu lakukanlah upgrade verifikasi identitas di masing-masing akun sampai tuntas, (sekalipun tidak anda rencana gunakan dalam waktu dekat), sebab proses verifikasi biasanya butuh waktu apalagi bila sedang ramai, sehingga suatu saat ketika hendak anda pakai, anda tidak perlu 'antri' lagi. Silahkan baca dan klik link biru untuk membuka website dimaksud:
1. INDODAX : Dulunya bernama bitcoin.co.id. Exchange crypto ini paling besar, paling tua, dan paling banyak penggunanya di Indonesia. Indodax mendukung setoran dan tarikan dana dalam bentuk rupiah. Mendukung jual beli untuk beberapa mata uang crypto lainnya juga, namun masih belum terlalu banyak.
2. BINANCE: Exchange luar negeri yang sangat saya rekomendasikan dan sangat populer digunakan secara internasional dengan volume trading yang sangat besar. Selain trading feenya sangat rendah, varietas mata uang crypto yang didukung juga banyak (hampir semua). Banyak promo yang sangat menarik juga.
3. KUCOIN: Pesaing kedua dari Binance. Volume trading juga sangat amat rendah, dan mendukung banyak mata uang crypto. Uniknya di Kucoin, anda bisa mendapatkan passive income. Baca ulasan saya tentang Kucoin disini
4. CHANGELLY: Changelly menawarkan konsep yang unik dan berbeda, dimana jual beli asset cryptocurrency bisa dijalankan secara instant dan dengan interface yang sangat mudah. Ketika hendak transaksi, changelly akan membandingkan dan mencarikan nilai tukar terbaik pada saat itu terhadap berbagai crypto exchange yang ada. Proses ini otomatis dan cepat sehingga anda tidak perlu repot membandingkan satu per satu nilai tukar yang ada di berbagai exchange.
5. Alternatif exchange luar negeri lainnya: LAKEBTC, CEX.IO, EXMO, HUOBI
Notes: Untuk exchange luar negeri, anda tidak dapat menyetorkan/menarik dalam bentuk rupiah, melainkan gunakanlah Bitcoin (BTC) untuk jual beli asset digital lainnya, artinya anda trading menggunakan BTC sebagai trading pair.
Pengembangan Ripple dimulai dari tahun 2004, dimana pada akhirnya di tahun 2012 Ripple muncul sebagai sistem pembayaran real-time yang decentralized dan terdistribusi. Ripple didirikan diatas ledger yang open source dan bersifat konsensus dengan sebuah token yang dinamakan XRP (Ripple).
Jumlah token yang diterbitkan Ripple adalah 100 miliar
token XRP. Tidak seperti bitcoin, token Ripple tersebut tidak ditambang
(mining), melainkan lansung muncul didepan (premined). Ripple lebih dikenal
sebagai protokol pembayaran digital dibanding sebagai cryptocurrency. Pada ripple,
transaksi diproses dan diselesaikan dalam hitungan 3 sampai 4 detik, dan itupun
dengan fee yang sangat rendah, yaitu sekitar 0.001% dari nilai XRP. Coba
dibandingkan dengan sistem SWIFT saat ini dimana waktu yang dibutuhkan untuk
proses transaksi adalah seminggu dan feenya sekitar 1-5%. Bukan hanya kecepatan
transaksi dan fee yang rendah yang ditonjolkan Ripple, tapi juga transaksi pada
Ripple sangat aman dan tidak memungkinkan bisa terjadi chargeback. Selain itu
protokol Ripple juga memperbolehkan transfer dana dalam bentuk apapun, apakah
itu USD, Yen, Litecoin, Bitcoin, dan lainnya. Tidak seperti Bitcoin, Ripple dapat memproses jumlah transaksi yang sangat banyak, yaitu sebanyak 1000 transaksi per detik, sementara saat ini Bitcoin hanya bisa memproses 3-4 transaksi per detik. Bila Bitcoin umumnya digunakan sebagai medium penyimpanan nilai (store of value), Ripple lebih difokuskan pada satu manfaat penggunaan: yaitu mengirimkan uang secepat informasi.
Aspek paling utama yang membedakan Ripple dari Bitcoin dan cryptocurrency lainnya adalah bahwa Ripple bukan ditujukan utamanya kepada pasar konsumen, melainkan lebih ke institusi-institusi keuangan. Itulah sebabnya sektor perbankan sejauh ini semakin banyak yang tertarik dengan Ripple. Pada tahun 2016 bulan Mei, Santander menjadi bank pertama yang memperbolehkan pembayaran antar benua menggunakan Ripple.
Pada tahun 2017, Ripple mengumumkan bahwa konsorsium dari 47 Bank Jepang telah menyelesaikan pilot proyek dengan menggunakan software Ripple. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 75 institusi keuangan yang aktif didalam network Ripple, contohnya Standard Chartered Bank, Westpac, Banco Santander, National Australia Bank, Akbank, SEB dan BBVA. Sampai saat ini pun Ripple sangat gencar dan aktif melakukan penetrasi ke berbagai institusi perbankan yang ada dalam mengadopsi sistem Ripple dalam menunjang berbagai aktivitas perbankan.
Pada akhir november 2017, Ripple mengumumkan kerjasama dengan American Express, dimana American Express akan menggunakan Ripple untuk mempercepat transaksi pembayaran yang mereka proses. Begitu juga kerjasama Ripple dengan Bank Santander dari UK yang bisa membuat pembayaran instant dari USA ke UK.
Sangat tidak tertutup kemungkinan perkembangan dunia perbankan dimasa depan tidak akan lagi menggunakan SWIFT ataupun RTGS, melainkan menggunakan RTXP (Ripple Transaction Protocol) yang menggantikan teknologi lama tersebut.
Anda ingin investasi / beli jual ripple (kode: XRP)?
Caranya cukup mudah, anda cukup menemukan cryptocurrency exchange yang mendukung pertukaran jual beli dengan cryptocurrency Ripple (XRP).
Bila exchangenya berada di Indonesia dan mendukung setoran / tarikan dalam bentuk rupiah, maka anda tinggal menukarkan rupiah ke mata uang crypto yang anda inginkan, menggunakan nilai tukar XRP/IDR.
Namun bila exchangenya berada diluar negeri, maka anda perlu menukarkan dahulu rupiah anda menjadi Bitcoin (BTC), setelah itu barulah BTC ditukarkan dengan XRP, menggunakan nilai tukar XRP/BTC.
-----------------------------------
TOP REKOMENDASI TEMPAT JUAL BELI (CRYPTO EXCHANGES) UNTUK BITCOIN DAN MATA UANG CRYPTO LAINNYA
Dibawah ini daftar cryptocurrency exchange platform yang bisa anda gunakan untuk jual beli asset digital. Anda sangat disarankan membuka dulu akun-akun di semua exchange inzi, setelah itu lakukanlah upgrade verifikasi identitas di masing-masing akun sampai tuntas, (sekalipun tidak anda rencana gunakan dalam waktu dekat), sebab proses verifikasi biasanya butuh waktu apalagi bila sedang ramai, sehingga suatu saat ketika hendak anda pakai, anda tidak perlu 'antri' lagi. Silahkan baca dan klik link biru untuk membuka website dimaksud:
1. INDODAX : Dulunya bernama bitcoin.co.id. Exchange crypto ini paling besar, paling tua, dan paling banyak penggunanya di Indonesia. Indodax mendukung setoran dan tarikan dana dalam bentuk rupiah. Mendukung jual beli untuk beberapa mata uang crypto lainnya juga, namun masih belum terlalu banyak.
2. BINANCE: Exchange luar negeri yang sangat saya rekomendasikan dan sangat populer digunakan secara internasional dengan volume trading yang sangat besar. Selain trading feenya sangat rendah, varietas mata uang crypto yang didukung juga banyak (hampir semua). Banyak promo yang sangat menarik juga.
3. KUCOIN: Pesaing kedua dari Binance. Volume trading juga sangat amat rendah, dan mendukung banyak mata uang crypto. Uniknya di Kucoin, anda bisa mendapatkan passive income. Baca ulasan saya tentang Kucoin disini
4. CHANGELLY: Changelly menawarkan konsep yang unik dan berbeda, dimana jual beli asset cryptocurrency bisa dijalankan secara instant dan dengan interface yang sangat mudah. Ketika hendak transaksi, changelly akan membandingkan dan mencarikan nilai tukar terbaik pada saat itu terhadap berbagai crypto exchange yang ada. Proses ini otomatis dan cepat sehingga anda tidak perlu repot membandingkan satu per satu nilai tukar yang ada di berbagai exchange.
5. Alternatif exchange luar negeri lainnya: LAKEBTC, CEX.IO, EXMO, HUOBI
Notes: Untuk exchange luar negeri, anda tidak dapat menyetorkan/menarik dalam bentuk rupiah, melainkan gunakanlah Bitcoin (BTC) untuk jual beli asset digital lainnya, artinya anda trading menggunakan BTC sebagai trading pair.
Comments
Post a Comment